Globel Wooble

Thursday, June 17, 2021

A Note of My 25th Years

 If I'm lucky enough, I would be 25 this November 2021. What have I achieved in these past years?

Ketika membaca materi tentang kesehatan mental di salah satu agenda MOOC, ada point yang menarik tentang how to control emotion and myself. Hal ini cukup mengganggu dan membawa pikiranku bertamasya selama perjalanan pulang dari kantor. How I control my emotion? How I controlled my emotion lately?

Pikiranku membawa ku mengingat bagaimana aku sekarang, tahun lalu, 5 tahun lalu, 10 tahun lalu, hingga 20 tahun lalu. I don't remember at most detail bc the way back to my (boarding) house is not that long. So I decided to make the details here. 

Aku masih mengingat bagaimana bapak ku bekerja di Jakarta, aku sekolah di Temon, dan ibuku, yang bolak-balik Jakarta-Temon yang pulang kadang 3 bulan sekali, kadang 6 bulan sekali, dan kadang hanya pulang ketika lebaran. It's been a while, since I was in the kindergarten until I was on 5th grade in elementary school. I remembered how I held my tears whenever my mom went to Jakarta again, and heavily crying after my mom left. I will cried a whole night, sometimes I wont go to school the next day.

-------------

Di SD, I was not trying so hard. Not trying to be beautiful, or smart, or having things. Aku tidak tertarik membeli baju-baju lucu, pake kuciran warna-warni, ataupun beli rautan pensil yang diputer-puter. My friends (and their moms, actually), selalu bilang betapa item dan kurusnya aku (and I never considered it as bullying). But really, I never care. Because even I'm trying -to looks better-, things won't change, and I don't even have a privillege to do it. Since I don't have my mom defended me, dan kasihan simbahku juga nek jejalukan ku akeh. Untungnya, my brain is not that bad, and must I say, she is my life savior at that time -even until now-. Tapi secara mental, umur SD adalah masa terbebas-dimana aku merasa menjadi diri sendiri. Menjalani banyak hal dengan senang hati, tidak terlalu pekok, dan tidak terlalu woles. Ambis pada kadar yang sangat seimbang. Hahaha. 



A-super-confident of me (and a moment that changed me entirely)

-------------

Di SMP, aku yang masih anak bawang, baru kelar urusan ospek, memberanikan diri ndaftar jadi ketua OSIS. Gaya banget emang kalo dipikir-pikir. Tapi aku (pada waktu itu), berpikir bahwa I may not go into the best school (pada waktu itu abis nolak full beasiswa nya SMP Kesatuan Bangsa, dan I can't even afford to go to SMP N 1 Wates), so I must gain something in here. Mungkin terdengar dramatis, tapi beneran, ciyusan, dulu mikir gitu. Terlepas dulu udah kenal having a crush in very early age xD Tahun pertama bisa kepilih jadi wakil ketua OSIS, dan jadi ketua di tahun selanjutnya. 

Pelantikan Wakil Ketua OSIS

I remember I tried so much harder. Di SMP, keliatan banget gimana orang nge-treat orang lain based on their faces. Semakin cantik kamu, semakin gampang terkenal dan dapet free access info sekaligus temen yang banyak -termasuk temen dari kakak kelas-. 

Pentas tari angguk di Dinas Pendidikan

Jadilah aku yang sangat idealis dan keras, ambis to the max, karna kalo nggak gitu ya no one will hear me. No one want to be my friend. Even my current best friend, was hating me first in the 1st year. Hahaha. Di SMP, I've tried everything. Osis, seni tari, olimpiade, dewan ambalan, jambore, tonti, dll. Aku menjadi orang  yang sangat ekstrovert, menyukai spotlight, banyak menghabiskan waktu dengan teman-teman, dan menumbuhkan rasa -takut- sendirian. Dan juga jadi orang yang sangat emosional. Sering banget aku marah ke ibu kalau disuruh sesuatu, atau membalas bapak yang marah membentak.


Hiking ke Gunung Jeruk pas jadi DA

Sebuah olimpiade sains sepertinya (?)


Jambore Nasional di Palembang

Tonti tahun kapan, entahlah -_-
-------------

Di SMA, aku menjadi 160 derajat berbalik. Apa yang aku lakukan di SMP, ku lakukan kebalikannya di SMA. Hahaha. 20 derajatnya yang tetap sama adalah masih cukup ikut organisasi (pecinta alam dan pramuka). Itu bahkan kulakukan full selama 2 tahun, sampai lulus. Selebihnya, aku jadi suka sendirian. Ketemu orang membuatku merasa terkuras energinya. Jarang banget nongkrong di kantin (yang banyak kulakukan selama SMP), nggak banyak kenalan temen seangkatan, dan nggak suka belajar. All I remember is how tired it was to daily doing early exercise and come home the latest. Capek banget belajar keseret-seret, tiap 4 bulan ujian. Benci banget sama matematika (jujur faktor guru jadi 95% alasan). Gak suka main, gak suka jadi spotlight, dan mulai skincare-an. Karna ya hukum "siapa cantik, dia selalu selangkah di depan" udah jadi concern yang banget-banget ngeganggu aku. Aku jadi penakut, nggak suka presentasi, nggak suka ngomong di depan orang.



Masih bisa ikut tonti walaupun aksel :")

Highschool was too hard on me. But it taught me how to control my emotion, taking care my ambition, and caring to myself the most. Aku nggak inget kapan terakhir aku berantem dengan orang tuaku setelah SMA. Aku bertransformasi menjadi -berbasa krama- ke semua orang yang lebih tua. And at some points, I was proud of myself. I think I became a better humanbeing,

Mulai agak glow up lah ya

-------------

Setelah kuliah, aku lebih banyak ber-experiment dengan berbagai situasi. Awal kuliah nyoba jadi ambis banget sampe IP 4. Tapi juga nyoba jadi males bgt sampe IP dibawah 3. Nyoba yg organisasi banget, sampe yang kupu-kupu banget. Aku banyak melihat karakter orang, banyak dari temenku yang sangat baik menghadapi masalah tertentu. Kadang ketika aku menemui masa sulit, aku akan berpikir "Kalau misal si A yang dihadapkan pada situasi ini, dia bakal gimana ya?".

-------------

Ages ago, seseorang pernah bilang ke aku pas ulangtahunku yang entah ke berapa. Dia berkata "Semoga semakin dewasa" di salah satu bait doanya. Waktu itu aku hanya menganggapnya sebagai template doa ulang tahun yang sangat umum. Tapi belakangan aku merefleksikan, mungkin dia berkata begitu karena aku memang childish di matanya saat itu (yang mungkin juga di mata banyak orang lainnya). Setelahnya aku melihat diriku yang lalu, dan menyadari bagaimana aku selalu berpikir untuk memenangkan sebuah konversasi. Aku tidak pernah memikirkan bagaimana orang lain mendengar perkataanku, yang aku pedulikan adalah bagaimana aku memenangkan kata-kataku. Terkadang ketika aku sedang sakit hati, tidak jarang mengatakan hal-hal yang menyakitkan orang lain menjadi "penawar" yang membuatku merasa lebih baik. Sekarang, aku pikir lagi, kenapa harus menyakiti orang untuk merasa lebih baik? Apa untungnya? Toh rasa lebih baik itu hanya sesaat, dan luka yang dirasakan orang yang disakiti mungkin tidak akan pernah hilang. Preserve and keep our mental health, can be chosen in the way that doesn't hurt the other. Besides, I can choose to just focus on people who love me, and forgive-forget whoever that hurt me.

-------------

Aku mungkin belum menjadi versi terbaik dari diriku. Aku juga masih banyak belajar setiap hari. But I'm willing to do it. Selain itu, aku memiliki cukup orang di sekitarku yang menjadi pondasi, nglambari ketika aku jatuh sejatuh-jatuhnya, dan naleni ketika aku terbang setinggi-tingginya. Dan yang paling penting, aku harus percaya pada diriku sendiri, untuk selalu kuat, apapun cobaan dan ujian yang Allah berikan ke depan. 

I hope everyone that had been hurt by me in the past will be healed and have their best life now.




Thursday, June 3, 2021

Kisi-Kisi Materi SKB CPNS Jabatan Fungsional Penyelidik Bumi

Halo,

Setelah hampir setengah tahun menjadi umbi-umbian, akhirnya ada "sempat" juga untuk memenuhi nazar sebelum SKB. Jadi waktu itu menjelang ujian SKB (Seleksi Kemampuan Bidang), mencari materi belajar SKB formasiku tu susaaaaaah banget. Alhasil aku memberanikan diri menghubungi beberapa orang yang sudah ikut SKB formasi ini di tahun sebelumnya. Dari beberapa itu, ada yang read doang, ada yang salah sambung, dan ada yang jawab sekadarnya. Sedih banget. Padahal berbagi ilmu kan nggak ada ruginya ya xD

Jadi itu yang mendasari nazar untuk berbagi postingan ini. Yah walaupun belum tentu ada yang baca, seenggaknya kalo ada yang butuh dan tanya bisa langsung ku kasih linknya sebelum aku lupa :3

Karna kompetisi itu akan adil ketika semua kompetitor berada pada tingkat informasi yang sama, bukan. Yang berbeda adalah kerja keras dan kebejoannya. Hehe. Langsung aja buat yang juga daftar penyelidik bumi, bisa belajar hal-hal berikut ini supaya nggak terlalu lebar range nya kayak aku xD 

Disc: tentu saja ini adalah pada tahun 2020 dimana ujian SKBnya digunakan untuk seleksi CPNS tahun 2019. Bisa jadi akan berubah dan banyak mengalami dimodifikasi, hehe. Check this out :))


  1. Petrografi dan mineralogi. Materi ini keluar cukup banyak di tes SKB kemarin. Pertanyaan yang keluar pun detail semacam mineral indeks pada batuan metamorf amfibolit, ciri mineral garnet, dll.
  2. Metode geofisika. Menjadi materi yang paling sering muncul dimana yang ditanyakan adalah geofisika yang cukup advance (sampai ke interpretasi). Metode yang ditanyakan diantaranya adalah geolistrik, geomagnetik, gravitasi, seismik eksplorasi, dan yang terbanyak adalah seismologi. Gelombang P, gelombang S, Rayleigh dan Love, masih inget ciri-ciri dan perbedaan sourcenya?
  3. Korelasi. Korelasi disini bukan korelasi matematis, melainkan korelasi stratigrafi baik lito, chrono, maupun biostratigrafi.
  4. Fosil indeks dan kejadian penanda geologi. Contohnya fosil amonit dan trilobit adalah penanda zaman apa, dst dsb. Kemudian juga urutan umur geologi, era (prekambrium, paleozoikum, mesozoikum, dst), periode (kambrium, ordovisium, silur, devon), dll.
  5. Mekanika batuan seperti uji triaksial, retakan geser
  6. Parameter elastik batuan

Secara umum, aku merasa soal-soalnya mirip dengan soal olimpiade kebumian di SMA sih. Selain itu mungkin belajarnya bisa berpedoman pada Permenpanrb No 01 tahun 2013 tentang Jabatan Fungsional Penyelidik Bumi dan angka kreditnya. Temen-temen yang daftar formasi fungsional lain juga bisa cari-cari peraturan yang menaunginya. Bagian angka kredit akan menjelaskan dengan detail ketugasan yang akan dilakukan sebuah formasi. Yaaah paling enggak agar supaya bisa terarah dalam nyiapin materinya :)

Trus gimana sih rasanya jadi penyelidik bumi? Next time kapan-kapan ku akan berbagi cerita untuk dibaca diriku sendiri deh xD

Enjoy your day !!!


Thursday, January 14, 2021

Unravel



Do you notice that flashing light at the railroad barrier doesn't have the same rhythm with the alarm sound? Because I just did it not so long time ago. I notice many things in detail at this point. A little annoying but they passed by like a summer breeze. So quick, and strong enough to blow my mind off. 

I've been feeling empty a lot lately. The shocks that pressed against me together at once really did their job. Oh, not to mention my inability to manage my schedule. Everything got so messed up. I went to office when my schedule is work from home. Barely got my train on time. Forgot to get my cash at the ATM. Chaotic, one word that fits these days perfectly.

So this is how unravel process happened to me. A lash that tied me for years, is finally broken off. 

I predict it. I see its coming. I know this will happen. And I think I will be freely happy. I can freely decide what I want on my own. I don't overthink things. I can focus on my self. But there is one factor that I slipped to see it before.

It's a thing similar with a sheeting joint. Do you even know what it is? Sheeting joint is a fracture that occurs because of a rock layers loss a pretty huge amount of mass on the top. It is called unloading joint too, because it has happened when they unload their burden. But it makes they lost the pressure from the top and make them cracks. Cracked and fractured. The pressure is actually the main factor that keep they merge and intact. But they lost it. So they began to unravel. A very precise analogy with me right now.

Sheeting joints occurs when the red layer is gone
(maybe because erotion, etc) and the rest
of the layers lost pressure from above.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

And in case you want to avoid this slipping point, I get you my message. Don't make a snap decision. Because snap decision, the one that you made quickly, easily, and without hesitation, is the one that can haunts you forever. I've done this before. Now it's your turn. And the date will expired in no visible time.







Monday, July 13, 2020

Updated Simpler Skincare Routine

Hello Fellas, 

Tiga minggu yang lalu, aku menyadari bahwa muka ku kusam banget. Selain kusam, juga banyak jerawat kecil-kecil dan bruntusan. Sedih 😢. Emang selama 2 bulan pola tidurku acak-acakan, stres ngadepin beberapa deadline, dan berimbas pada males skincare an. (p.s. Buat tau skincare routine sebelum diupdate, kindly check it di sini ). Selain itu emang serum abis, krim malam abis, masker abis, gel tomat citra ku juga abis. Jadi beneran cuma cuci muka aja. Jadilah kulit muka ku menggelap 3 tone dari kulit leher.

Untuk mengantisipasi kemalasan skincare-an (dan berusaha agar tetap rajin), I wanna make my routine simpler. Langkah awal yang aku lakukan adalah  membeli satu paket krim siang dan krim malam Wardah white secret (berbekal pada pengalaman -akhirnya cocok dengan krim malam wardah- ini, jadi berani beli krim siangnya juga). Udah deh, selama seminggu cuma pake sabun muka, krim malam dan krim siang itu. Nggak ada improvement sih. Tapi nggak bikin breakout juga. So-so inilah yang bikin ngerasa ada yang kurang kalo skincare an ngga ada upgrade condition nya tuh. 

Kemudian demi menerangkan kehidupan wajah, aku memutuskan untuk beli lagi Citra Tomato Gel. Repurchase produk ini karna harganya murah dan cocok di kulit aku, gel ini juga penting buat jadi skincare in between ashar-maghrib-isya. Karna abis wudhu dan mandi itu sayang kalo mau re-apply krim siang atau krim malam. Tapi kulitnya jadi kering juga kalo nggak dikasih apa-apa. Gel tomat ini jadi savior in that short time interval 💕🍅

Selain gel tomat, aku juga beli tambahan Serum Wardah White Secret dan tidak repurchase serumnya Wardah yang C Defense. (Ini karena pernah make serum C Defense bareng krim malam nya white secret, and it doesn't work together, paginya langsung bruntusan). Aku juga beli sabun muka Wardah Facial Whip Foam (Finally cocok juga dengan FW Wardah yang 5 tahun lalu bikin aku breakout parah! Yash!). Intinya emang banyak mengurangi produk yang nggak drugstore (re: Larissa) karna biar simple aja belinya gitu, dan mengurangi cleansing product yang nggak perlu. Update skincare list nya sekarang jadi gini: 


☀ Morning Routine
1. Facial Wash Wardah Whip Foam
2. Toner Tea Tree Larissa (belum menemukan pengganti yang drugstore) 
3. Day cream Wardah White Secret (already contains SPF-35 so I don't need to add sunscreen layer after it)


🌜 Night Routine
1. Milk Cleanser Tea Tree Larissa (belum nemuin pengganti juga 😢)
2. Facial Wash Wardah Whip Foam
3. Toner Tea Tree Larissa
4. Serum Wardah White Secret
5. Night Cream Wardah White Secret


⌚ Interval time after Zuhur, Ashar, Maghrib :
1. Toner Tea Tree Larissa
2. Gel Tomato Citra


📆 Weekly routine (every Tuesday, Friday, and Sunday)
1. Facial Scrub Larissa for Oily Skin in night routine before using Wardah Facial Whip Foam

After 2 minggu pemakaian, my face skin is turn into normal again! Yeay! Nggak ada jerawat muncul, bekas memudar, dan tone warna nya udah sama lagi dengan kulit leher 💜 Sekarang wajahku jadi less trouble. Bonusnya jadi makin cerah dan merata. Masih belum kelihatan sih untuk bekas jerawat yang gelap banget (dark spots). Let’s see until I empty these products xD Apakah kalian juga pengen membuat skincare kalian simpler than ever? Coba deh sedikit demi sedikit, karna kerasa banget beda pengeluarannya juga :D Mumpung lagi musim WFH jadi lebih jarang terpapar polutan, ini jadi masa terbaik untuk trial and error skincare baru. Hehehe. Good luck ;)


#reviewwardahwhitesecret
#reviewserumwardahwhitesecret
#reviewdaycreamwardahwhitesecret
#reviewnightcreamwardahwhitesecret
#reviewcitratomatogel
#skincareroutineproduklokal

 


Friday, July 3, 2020

Get to know my long-lasting BFF pt 1

I am an INFJ who is afraid to be left alone. So I keep my small circles around me for a long time. After 10 years of friendship, I decide to dedicate a post for my long-term-bff-in-contract. Namanya juga temenan, banyak senengnya, tapi sedihnya juga nggak kira-kira. We've been through hills and valleys, ups and downs, dari jaman buluk, beranjak pengen glowing, dan berakhir dengan yowes, buluk yo buluk wae 😂 Mereka adalah temen-temen yang aku inget ketika aku susah. Kalo seneng biasanya yang diinget mas crush masing-masing soalnya.

First ever photobox, Ambarukmo Plaza, 19-5-2015
From left to right : Rima, Dila, Al, Me, and Oci


Kita temenan sejak 2010. Awalnya kami cuma berempat, exclude Al, dan deket karna sama-sama jadi OSIS di SMP. Aku adalah yang tertua di antara mereka. Jadi kadang aku yang jadi tetua untuk memutuskan makan dimana atau ketemuan dimana (oke ini nggak penting banget). Dulu di OSIS karna sering ngalamin masalah bareng, baik itu dengan sesama temen ataupun making trouble with the elder, kami banyak se-frekuensi nya. Sebenernya nggak cuma berempat, masih banyak lagi anggota genk nakal jaman SMP. Tapi yang always stay buat ngobrolin hal gak penting sampe sore sepulang sekolah ya cuma berempat ini. 

Entah dalam rangka apa, Alwa, 28-06-2015


Rima was the one who keep us solid in the beginning. Dia yang bikin ikatan awal diantara kami. She initiated everything. Yang memulai obrolan Justin Bieber bareng Oci, yang memulai dunia per-twilight-an SMP dan membuat cerita di antara kami. Yang membawa keceriaan tiap kali ketemu. She was the brightest, until something happened. Now she is the strongest to hide her feel. And even we know she is struggling inside, she always makes her time for us. I am always proud of her. Dia adalah adviser terbaik masalah per-hati-dan-perasaan yang sarannya tuh pasti bikin mikir: "oiya ya, kok aku nggak kepikiran gitu" tiap kali cerita ke dia. Best adviser ever.

Merayakan 1 semester Al dan Dila
Sermo, 12-01-2017


Dila is the second. Dia adalah orang yang nggak pernah expect something from someone dan bisa bertahan dengan kaki-tangannya sendiri. Meskipun begitu, she extend her hand, and let us to help her in something that actually can be handled by her own, just to make us convinient. Dibalik kebaperannya kepada hal remeh yang bersifat romantis, dia adalah orang terkuat yang bikin aku merasa,"edan nek ra Dila ra bakal iso". Siapa lagi yang berani ngadepin preman-mafia permobilan dan solve her own problem sendirian. Nggak habis pikir darimana dia belajar buat jadi orang yang brave banget gitu. Roller-coasternya hidup nih, dari the highest sampe the lowest rasanya udah dijalanin semua sama Dila.

Sidang Triswi, 11-12-2018



Yang ketiga ada Oci. She is wise and fragile at one time. But she is the most caring and considerate person among others, and know me the best. She knows when to in and when to out. How to speed things or slow it down. She is sometimes complicate things while simplifying others. She knows how to go, back, and forth. Her way of think is simple and clear. This make me try to tied myself to her so I can find way back home when I am too far away. Most of my hard decision is often considered by her and that is the easiest thing for me to do. I wish she can remain be that person.

Wisuda Oci, 24-11-2018



Kemudian pas kelas 9, pas lagi jaman suka-sukanya dengan twilight, datanglah si Al, yang aslinya bernama Exa. Dipanggil Al dari singkatan nama characternya -Alice- di twilight. Kebawa tuh sampe sekarang dia dipanggil Al 😏 Kadang kami lupa siapa nama aslinya saking seringnya manggil dia Al. Hohoho. Al bukan yang termuda, tapi tingkahnya selalu paling bayi diantara berlima. Kadang tiba-tiba jadi bertingkah konyol ketika ketemu, dan menjadi bahan bully ter-uwu buat kami berempat 😆 Al adalah moodmaker tiap kali kami berempat bertemu. Dia selalu bikin nyaman ketika kami canggung karna udah lama nggak ketemu. Surprisingly, her way to solve problem is unique. Dia bisa melihat sesuatu dengan lebih jelas dan nggak berpihak. She neutralize many things which are exaggerated, good or bad. She can see from different perspective and make it balance. 

1st Foto Studio @ Snapart Wates, 09-04-2016



2nd Foto Studio @ Snapart Wates, 02-03-2019


3rd Foto Studio @ Snapart Wates, 30-07-2019



4th Foto Studio @ Moto-moto by Dila, 26-05-2020

Jadilah kami berlima yang selalu bersama walaupun jarang ketemu. There was a time when bapak-ibu kami sampe apal, nek dolan mesti yo ming karo cah-cah kui. Walaupun SMA yang beda semua, dan kuliahpun beda kampus, beda jurusan (dan beda angkatan tentunya 😭), our friendship is very adaptive and continues to learn to become more mature. Nggak harus sering ketemu, nggak harus update jalan bareng setiap hari, nggak harus tau kabar masing-masing setiap waktu. Yang paling penting adalah tau kapan harus ada ketika dibutuhin dan kapan harus mundur ketika tau yang lain sedang butuh waktu. We don't force each other. We're just trying to be always be there for each other, Kadang kala, kami bahkan cuma ketemu setahun sekali karna event tertentu. But I hope this friendship can last for a very long time ahead. So I frequently update my current condition to them in very specific way.

27-11-2012

Ultah Oci, 10-11-2013

Foto buku tahunan, Mei 2012

Otw ngirim bantuan dari OSIS ke Merapi, 04-11-2010

Someday in 2011 😂



Days before college, 01-06-2014

----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Thursday, June 4, 2020

Very Low Frequency (VLF) Method for Shallow Subsurface Exploration - pt 1

Memasuki awal Bulan Juni yang sungguh sangat tidak produktif, akhirnya mencoba menulis lagi. Karna sedang tidak mood skincare an, dan sedang rindu dengan lapangan, akhirnya memutuskan untuk menulis tentang salah satu metode geofisika yang "underrated" but become my favorite! I'm obsessed in studying gravity, but reading about this method is another level of happiness. Apalagi kalau bukan metode Elektromagnetik (EM) : Very Low Frequency (commonly known as VLF).

Pembahasan tentang Metode VLF ini akan dibagi menjadi 3 part. Why? Karna lagi mood untuk menulis 3 part. Dan karena panjang juga materinya. Hehehe.
  • Part 1 tentang Introduction dan basic theory
  • Part 2 tentang Physical Parameters aqcuired, Instrument dan how to acquiring the data
  • Part 3 tentang Data Processing, serta how to simply interpreting hasilnya.
I'm not an expert in this method, actually. Hanya saja suka dengan metode ini, dan kebetulan pernah jadi asisten yang bikin ada kewajiban belajar materinya dengan riang gembira :D

Disc: feel free to ask, discuss, or even correct tulisan ini :D

Happy reading, semoga bermanfaat
--------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Introduction EM-VLF Method


Metode VLF adalah metode elektromagnetik yang memanfaatkan sinyal berfrekuensi sangat rendah (15-30 kHz). Sinyal ini adalah sinyal radio yang biasa digunakan untuk keperluan militer – submarine. Metode ini memanfaatkan gelombang pembawa (carrier wave) dari pemancar yang dibuat oleh militer untuk komunikasi dan navigasi kapal selam. Karena frekuensi yang digunakan sangat rendah, maka gelombang EM ini memiliki atenuasi yang rendah dan penetrasi yang lebih jauh. Metode ini memanfaatkan gelombang pembawa (carrier wave) dari pemancar yang dibuat oleh militer untuk komunikasi dan navigasi kapal selam. Karena frekuensi yang digunakan sangat rendah, maka gelombang EM ini memiliki atenuasi yang rendah dan penetrasi yang lebih jauh.
Pic 1. EM Wave Properties Range (from NASA modified in Wikipedia)

Pada gelombang, semakin rendah frekuensinya, maka akan semakin besar panjang gelombangnya. Jika gelombang dengan frekuensi 150kHz memiliki panjang gelombang 2 km (Lowrie, 2007), maka gelombang yang digunakan oleh metode VLF memiliki panjang yang lebih besar dari 2 km pada tiap satu gelombangnya.

Metode VLF dapat digunakan untuk beberapa target seperti berikut.

  1. Fault mapping
  2. Groundwater investigations
  3. Overburden mapping
  4. Contaminant mapping
  5. Mineral exploration

Metode VLF memiliki kelebihan 1) Quick and inexpensive : Pengambilan data dapat dilakukan dengan cepat dan tidak banyak alat yang digunakan; 2) Simple to interpret : Hasil pemrosesan cenderung mudah diinterpretasi karena tidak terlalu banyak komponen yang diperhitungkan; 3) Can be used world wide : Metode ini cenderung dapat digunakan di seluruh tempat di dunia selama lokasinya terjangkau oleh sinyal dari transmitter. Sedangkan kelemahan dari metode ini adalah 1) Sensitif terhadap keadaan permukaan dan pengaruh lokal; 2) Interpretasi pada umumnya dilakukan secara kualitatif; 3) Efek topografi dapat membiaskan data dan sulit untuk dihilangkan; 4) Tidak memiliki kontrol terhadap transmiter; 5) Akuisisi sangat dipengaruhi oleh keadaan atmosfer (adanya hujan, mendung, badai petir, dll).

Terdapat 2 mode yang dapat digunakan pada metode VLF. Mode ini dapat dipilih tergantung dari target survei yang dicari. Kedua mode tersebut yakni 1) Mode Tilt Angle dan Ellipticity dan 2) Mode Resistivity. Mode Tilt Angle dan Ellipticity lebih peka digunakan pada target yang memiliki kontras konduktif dengan sekitarnya, sedangkan Mode Resistivity akan lebih peka digunakan pada target yang memiliki kontras resistif dibanding sekitarnya. Pada Mode Resistivity, dilakukan pengukuran arus induksi yang digenerate dari gelombang sinyal transmitter. Ini dilakukan untuk menghitung tahanan jenis batuan di bawah permukaan. Pengukuran arus induksi ini dilakukan dengan menggunakan elektroda.

Perbedaan dari kedua mode ini dapat diamati pada deskripsi mode berikut.

Mode Tilt Angle dan Ellipticity
  • Digunakan untuk mengukur konduktivitas relatif bawah pemukaan.
  • Arah lintasan akuisisi tegak lurus strike dan tegak lurus pemancar.
  • Menangkap sinyal dari gelombang medan magnet.
  • Noise berupa overload magnetic (SH)
Mode Resistivity
  • Digunakan untuk mengukur resistivitas bawah permukaan.
  • Arah lintasan akuisisi tegak lurus strike dan sejajar pemancar.
  • Menangkap sinyal dari gelombang medan magnet dan medan elektrik.
  • Noise berupa overload electromagnetic dan overload electric (SHE dan SE).
Lalu Dimana dan Kapan Survei Metode VLF dapat dilakukan?
Metode VLF dapat digunakan di seluruh tempat di dunia yang terjangkau oleh sinyal transmitter. Pada prakteknya, metode VLF dapat digunakan ketika terdapat kontras konduktivitas di antara unit geologi di bawah permukaan. Survei VLF dapat dilakukan kapan saja selama transmitter menyala dan cuaca cerah. Disarankan dilakukan pada pagi hingga siang hari karena sinyal dari transmitter memiliki batas morning terminator dan evening terminator.
Pic 2. Lokasi transmitter VLF di seluruh dunia (from nova.stanford.edu)


Basic Theory of EM-VLF Method

Untuk memahami bagaimana metode ini bekerja, maka perlu ditinjau kembali teori yang mendasariny. Metode EM sendiri merupakan salah satu metode geofisika dengan dasar teori fisika lebih rumit dibandingkan dengan metode fisika klasik lainnya. Teori yang mendasari metode ini merupakan gabungan dari teori-teori elektrik dan magnetik yang dikemukakan oleh Coulomb, Oersted, Gauss, Ampere, dan Faraday. Penggagas teori gabungan yang mendasari EM ini adalah James C. Maxwell (1931-1879). Menurut Lowrie (2007), pencapaian Maxwell ini merupakan salah satu pencapaian besar dalam dunia fisika, setara dengan pencapaian Newton yang menemukan teori gravitasi, serta Einstein yang menemukan teori relativitas. Seluruh hipotesis dan argumen mengenai EM akan dimulai dari dasar teori Maxwell ini. Inilah sebabnya pada mata kuliah Elektromagnetik dulu, Ibu Dosen membahas tentang persamaan Maxwell ini hingga 4 dari 7 pertemuan. (Dulu belum paham Bu, maafkan saya yang termasuk dalam sambaters di kelas 😣)

Persamaan Maxwell


1.) ∇ . D = ρ.v
2.) ∇ . B = 0
3.) ∇ x E = -𝜕B/𝜕t
4.) ∇ x H = (𝜕D/𝜕t) + J

Persamaan Maxwell terdiri atas 4 persamaan yang seluruhnya menggambarkan secara matematis tentang : bagaimana medan elektrik dan magnetik merambat, berinteraksi, dan dipengaruhi oleh obyek sekitarnya.

Secara singkat, keempat persamaan legendaris tersebut akan dijelaskan secara fisis sebagai berikut.

  • Persamaan 1 adalah Hukum Elektrik Gauss yang ditulis dalam pendekatan densitas flux elektrik (D) dan densitas muatan elektrik (ρ). Persamaan terebut menggambarkan bahwa jika terdapat sebuah muatan elektrik pada suatu tempat, maka divergensi dari flux elektrik di titik tersebut tidak sama dengan nol.  Namun jika tidak terdapat muatan listrik, maka nilai divergensi densitas flux elektriknya sama dengan nol. Dari hukum ini, kita dapat mengetahui bahwa (1) Garis-garis medan D maupun medan elektrik E akan bergerak dari muatan positif ke muatan negatif; (2) Muatan sejenis akan saling tolak menolak dan muatan berbeda jenis akan saling tarik menarik; (3) Garis-garis medan D dan medan E diawali dan diakhiri oleh muatan listrik; serta (4) Divergensi dari medan D di sebuah volum ruang sama dengan jumlah muatan pada volum ruang tersebut.
  • Persamaan 2 adalah tentang Hukum Magnetik Gauss yang menyatakan bahwa divergensi dari densitas flux magnetik (B) adalah 0. Dikarenakan B = μH, maka divergensi dari medan magnet juga sama dengan 0 . (H adalah medan magnet). Dari hukum ini kita dapat mengetahui bahwa (1) Tidak ada monopol magnetik; (2) Divergensi dari medan B dan medan H adalah sama dengan 0, berapapun volum ruangnya; dan (3) Medan magnet mengalir membentuk loop tertutup. Termasuk pada gelombang bidang, medan magnet nya juga menjalar dengan loop tertutup walaupun radius loopnya mencapai tidak terhingga.
  • Persamaan 3 adalah tentang Hukum Faraday. Ketika medan elektrik dipercepat, muatan elektrik yang melalui medan tersebut akan bergerak lebih cepat pula. Gerak muatan yang dipercepat ini akan mengubah kecepatan yang menghasilkan medan magnet yang berubah-ubah.  Perubahan medan magnet ini akan menginduksi medan elektrik lain pada konduktor. Hukum Faraday menunjukkan bahwa perubahan medan magnet dalam lintasan loop akan membangkitkan arus induksi yang digenerate oleh gaya maupun tegangan pada sebuah rangkaian. Konsekuensinya dapat diketahui bahwa (1) Arus elektrik akan membangkitkan medan magnet. Medan magnet yang terbentuk di sekitar rangkaian akan membangkitkan arus listrik.; (2) Medan magnet yang berubah-ubah sesuai fungsi waktu akan meningkatkan medan elektrik yang melingkarinya; dan (3) Sebuah medan elektrik yang berubah-ubah terhadap waktu akan membangkitkan sebuah medan magnet yang berubah terhadap waktu.
  • Persamaan 4 mengenai Hukum Ampere menunjukkan bahwa muatan elektrik (atau dalam hal ini, arus elektrik) yang bergerak di sebuah konduktor akan membentuk medan magnet yang proporsional dengan kecepatan dari muatan/arus tersebut. Dari persamaan 4, diketahui bahwa (1) Arus pergeseran J akan meningkatkan medan magnet yang melingkari arus tersebut; dan (2) Densitas flux elektrik yang berubah-ubah terhadap waktu D akan meningkatan medan magnet yang melingkari medan D.
Persamaan 1 dan 2 merupakan definisi komponen fisis dari listrik DC dimana arus dan tegangannya konstan dan tidak berubah terhadap waktu. Sedangkan persamaan 3 dan 4 memberikan definisi fisis bagaimana medan elektrik dan magnetik saling simetris dan merambat membentuk gelombang EM. 

Hukum Faraday menggambarkan bagaimana medan magnet yang berubah-ubah akan membangkitkan medan elektrik yang melingkarinya. Pada kenyataannya, alam tidak meningkat maupun menyusut secara terus menerus, namun berosilasi. Ini berarti medan magnet akan meningkat dan menurun yang berarti medan elektrik juga akan berubah-ubah di sekitar medan magnet yang berubah-ubah. Sehingga, medan elektrik pun berubah-ubah terhadap waktu.

Hukum Ampere menggambarkan bagaimana medan listrik yang berubah-ubah akan membangkitkan medan magnet yang melingkarinya. Sedemikian sehingga medan elektrik akan berosilasi terhadap waktu. Dan medan magnet yang melingkarinya pun akan berubah-ubah terhadap waktu.

Kedua peristiwa -saling membangkitkan- inilah yang memotori penjalaran gelombang elektromagnetik (electromagnetic wave's propagation). Dan bahkan memotori berbagai perjalanan gelombang EM di luar angkasa.

Berbagai bentuk gelombang/radiasi elektromagnetik seperti pada gambar 1, merupakan sebuah gabungan dari medan magnet dan medan elektrik. Dan gelombang dengan range 15-30 kHz dari spektrum frekuensi EM yang luas adalah sinyal utama yang digunakan dalam metode VLF.

Lalu bagaimana Gelombang EM-VLF yang ditransmisikan oleh transmitter radio militer ini dapat mendeteksi keadaan shallow subsurface?

Gelombang EM pada Metode VLF

Arah penjalaran  gelombang magnet H dan medan elektrik 𝐸 akan relatif tegak lurus dengan arah perambatannya. Dalam perjalanannya, gelombang EM tersebut akan berinteraksi dengan medium konduktif yang ada di bumi. Interaksi ini akan memunculkan medan EM sekunder yang arahnya berbeda dengan arah medan utamanya. Medan EM sekunder yang dihasilkan akan berbeda-beda tergantung medium yang dilewatinya. Sebuah batuan dengan konduktivitas yang tinggi akan menghasilkan medan EM sekunder yang berbeda dengan batuan yang memiliki resistivitas tinggi. Prinsip inilah yang digunakan pada survei metode EM-VLF sehingga dapat menghasilkan interpretasi bawtuan di bawah permukaan dengan menangkap sinyal primer dan sekunder dari sinyal transmitter.

Pic 3. Ilustrasi Penjalaran Gelombang EM dari transmitter VLF sehingga dapat digunakan untuk kegiatan eksplorasi bawah permukaan dangkal (from http://www.southwestgeophysics.com)

Survei VLF merupakan survei EM yang didasarkan pada prinsip induksi EM. Seperti halnya medan magnet bolak-balik yang terdapat pada koil dapat menginduksi arus elektrik di konduktor yang berada pada medan tersebut. Konduktivitas batuan pada dasarnya sangatlah lemah untuk dapat diinduksi dan membentuk arus listrik. Namun, ketika terdapat konduktor yang baik pada batuan tersebut, seperti keberadaan mineral konduktif, akan terbentuk sistem -arus eddy- akibat induksi gelombang EM dari transmitter. Arus eddy ini akan menghasilkan medan magnet sekunder yang bercampur dengan medan magnet primer dari gelombang EM sumber. Medan-medan magnet inilah yang dapat terukur di permukaan dan mendeteksi seberapa konduktif batuan yang terinduksi di bawah permukaan.

Metode VLF mode tilt angle and ellipticity akan mengukur medan magnet primer dan sekunder ini di permukaan untuk mengetahui sebaran zona konduktif di bawah permukaan. Sedangkan pada mode resistivity ditambahkan pengukuran arus eddy untuk mengetahui medium konduktor yang membentuknya. Parameter yang terukur pada akuisisi data VLF adalah parameter fisis utama (tilt angle, ellipticity, H vertical, H horizontal) dan parameter fisis QC data ( Kuadran arah datangnya sinyal/jam, Kuat sinyal/Q Bar, Adanya noise SH/SE/SHE). Seluruh parameter ini akan dijelaskan pada part 2. 😇

Setelah pengenalan panjang kali lebar ini, apakah ada yang juga tertarik dengan Metode VLF ini?


--------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Reference :
Lowrie, William. 2007. Fundamentals of Gephysics. Cambridge: Cambridge University Press
Mufaqih, Adien. 2016. A Concise guide to VLF-EM Surveying. Yogyakarta : Lab Geofisika UGM
Telford, W. M. dkk. 1990. Applied Geophysics. Cambridge : Cambridge University Press
Carlson, Diane. H. 2008. Physical Geology : Earth Revealed 7th Edition. New York : McGraw Hill
www.maxwells-equations.com/
https://www.electronics-notes.com/articles/antennas-propagation/antenna-theory/basics-tutorial.php
http://chemwiki.ucdavis.edu/Physical_Chemistry/Spectroscopy/Fundamentals/Electromagnetic_Radiation

Wednesday, June 3, 2020

Bridge

We met by fate. We separated by fate. When we do not even have any chance, we do not meet in the right time, we do not meet in the right mood, these are too, a fate.

I have a long journey of one sided story. One sided friendship, one sided family, one sided love, one sided dream. This phrase is part of me. Beside, I let people to be one sided too, toward me. Sometimes, I let my friends misses me, but I ignore them. I let someone had a crush on me, but when things getting serious, I ignore him. I let myself following my dream, but when everything is settled and I just need to start, I ignore it. And in the end, I let the doubt enchants me over and over again.

I believe every human has a unique story to differentiate each other. Sometimes, I borrow someone's  way of think to solve my problem. And when the result comes, I'll be thinking like "It could be better if I'm using my own", or "Thankfully, I got to solve this, in the way like this". But when it comes to a one-sided story, I left alone. I have no clue. I have no idea how to solve this. And this one too, it's ok. I'm so okay with it.

The thing is, even I know every problems made me, nourished me, and gave me lessons, I don't even know how to use it when I go to the same problem. Same as this dizzying one sided problem. I keep looking for it, confess to it even to myself, keep falling for it, and keep missing it. I got rejected, over and over again, but I can't forget it. I got hurt, but not seeing it hurts me more. I chased after it, but it getting farther and farther. And the worse is, when I determined to let through it, it haunted me, even into my dream. Dragged me into despair.

I think I need a bridge. Bridge that connects all of my experience into one encyclopedia that can be referred by me when I have a similar problem in future. I get healed by time, but everyday, my time is getting limited. So I need a shortcut to overcome it. Do you have any idea where should I find that bridge?

Beside, the bridge reminds me a lot about you. Bridge that can help me to cross over a big river with swift current. And this time too, I need a bridge. Who will help me this time? I'm so curious.

-Tris-

Sunday, December 29, 2019

Haircare Rambut Rontok dan Ketombe

Di penghujung 2019, ada beberapa hal baik dan buruk yang terjadi yang aku syukuri baik karna menjadi hadiah maupun jadi pelajaran. Salah satu hal baik yang terjadi adalah : akhirnya aku terbebas dari rambut rontok dan ketombe 😁😁 Yeaaay. Luar biasa sekali prestasi ini.

Sampai Bulan September 2019 lalu, rambutku bener-bener.... rontok parah. Dan ketombean paraaah banget karna hampir 12 jam per day memakai hijab. Parahnya tuh sampe kayak iklan sampo ketombenya Mbak Agmo itu. Geli banget. Kalo rambut rontoknya, nggak tau lagi apakah ada kata yang bisa menggambarkan tingkat keparahannya. Beneran yang sampe disisirin rontok, dikeramasin rontok, diikat rontok, buat tidur rontok, dipegang tangan aja rontok. Sampe di lantai kamar tuh penuh banget sama rambut rontok aku. Walaupun tiap hari disapu. Every. Single. Morning. Ku sudah hopeless sekali dan sudah berniat untuk potong rambut lanang (iykwim).

Pada waktu itu, haircare ku adalah keramas (Sampo Dove : anti hairfall yang warna pitanya ijo itu loh) dan menggunakan hair tonic (Mustika Ratu Penyubur Rambut). Problemnya, semakin sering keramas, semakin banyak rontok. Semakin jarang keramas, semakin banyak ketombe. Sebuah persimpangan memang... 😭😭 Pernah suatu saat nyoba keramas mahal di Flau**rent salon, trus sama embaknya dibilang parah banget rontok dan ketombenya, jadi tidak di massage .... Hmmm... sebuah kerugian bukan.

Nah waktu itu, iseng banget aku dan seorang temanku inisialnya Rosiyem, strolling around Transmart karena abis makan dan gabut. Keisengan tersebut ternyata mengantarkan ku kepada oasis kehidupan rambutku : aka minyak kemiri (Niagara), yang harganya 13ribuan kalo nggak salah. Penampilan doi adalah seperti ini.
cr: www.gogobli.com
Minyak ini aku taro di botol semprotan kosong dan aku semprot+jadiin hair mask hampir setiap malam selama seminggu. Dari kulit kepala sampe ujung rambut. This is literally my holly grail! Rambut rontok ku berkurang lebih dari 50% di pemakaian pertama. Bener sih kata simbah-simbah soal minyak kemiri yang bagus banget buat kesehatan rambut. Nah tapi karna dia minyak, jadi paginya harus keramas agar tidak lepek. Mengingat sampo dove yang kebetulan abis juga, kemudian ku keramas menggunakan sampo baru hasil random pick di superindo, yakni Head and Shoulder yang anti hairfall. Penampakan nya seperti berikut.
cr: reviews.femaledaily.com
Setelah ganti sampo pun keliatan banget makin berkurang rontoknya. Dengan hasil yang begitu visible, aku makin semangat dong hair-care an nya. Tidak tanggung-tanggung, demi menyelamatkan rambut dari potongan lanang, aku membeli seperangkat alat keramas advance di shopeenya unilever berupa Dove hair creambath dan conditioner yang white tea. Pokoknya yang bentuk rupanya seperti berikut.
Dove Creambath (cr: dove.com)
Dove Conditioner (cr: dove.com)
Dengan rangkaian hair care di atas, aku udah pede bahwa aku telah menemukan basic hair care yang super strong. Tentu saja diikuti dengan perubahan kebiasaan seperti : tidak kuciran ketika rambut masih basah, telaten serta konsisten untuk hair-care-an. 3 minggu pemakaian dengan rutinitas keramas dan hairmask an 2 hari sekali membuat rambutku supeeeer terkendali. Rontok nggak sampe 10 helai pas sisiran. Amazed sekali aku tuh.😇

Tapiii masalah ketombe masih menghantui meskipun nggak sejahat dulu. Akhirnya setelah sampo HnS nya abis, aku ngeberaniin buat nyoba ini. Awalnya beli yang sachet an doang. Eh ternyata cocok. Ketombe hilang dan rambut nya pun nggak balik rontok. Trus beli yang botol gede deh sekarang. Meet my savior, Tresemme Scalp Care Shampoo.
cr: www.tresemme.com
Selain itu, aku makin iseng dan heddon membeli vitamin rambut, karna nggak tau, abis keramas trus kering, rambutnya masih kayak singa. Jadi ku beli ini ketika diskon. Nggak terlalu keliatan efeknya sih, karna emang udah ngga ada masalah rambutnya. Tapi nyenengin aja makenya, nggak tau kenapa. Hehehehe
Cr: https://reviews.femaledaily.com/
Btw, aku baru tau, ternyata kalo pake kondisioner dan vitamin rambut itu nggak boleh sampe kulit kepala. Karna akan memperparah kondisi ketombe kita. Ini juga penting banget selain nggak boleh jilbab an selama rambut masih basah. Hehehe

Setelah 2 bulan lebih rutin pemakaian, sekarang ini rambutku bahkan hampir tidak pernah rontok ketika disisir menggunakan sisir yang rapat. Mau keramas, mau ngelepas kunciran, mau jilbab an 24 jam juga ndak rontok heboh. Paling 1-2 helai aja pas keramas. Soooooo satisfied with the result. Ketombe pun ilang semua secara kasat mata (bcz I can't see whole of my head to see all hidden ketombe around my scalp). Tapi sekarang udah nggak gatal lagi, nggak ada rontokan salju di bahu maupun ketika di garuk-garuk gitu. Dan bonusnya, my hair is getting longer super fast, lebih lembut dan jatuh gitu. Seneng deh, gak jadi potong lanang finally 😎. Oh iya, sekarang juga rutinitas hair-care an nya diperjarang jadi 2 kali seminggu aja demi keberlangsungan dompet, hohoho. Tertarik untuk mencoba? 😀😁

Tuesday, December 10, 2019

Skincare Routine Budgeting... 😁😁

Pernah nggak sih temen-temen nyoba ngitung pengeluaran rutin buat skincare tip bulannya? Aku nyoba ngitung kan, dan ternyata banyak yah 😂 Padahal yang aku masukin cuma yang basic aja. Yang tiap abis di re-purchase maksudnya. Belum termasuk yang beli impulsif seperti sheetmask, serum-serum lucu, masker-masker organik, dll. Astagaaaaa... Penting banget buat bikin budgeting biar kekontrol impulsivitas nya 😁

My budgeting is listed as below :
Siang
1. Cleanser 
-Larissa Tea Tree Opaque Facial Wash (Rp 20.000/ 12 minggu)

2. Toner 
-Larissa Tea Tree Toner (Rp 18.000/ 6 minggu)

3. Serum
-Wardah C Defense (Rp 72.000/ 6 minggu)

4. Mouisturizer
-Wardah Perfect Bright Moisturizer SPF 28 (Rp 26.500/ 8 minggu)

5. Sunscreen
-Wardah Sun Care Sunscreen Gel SPF 30 (Rp 32.000/ 6 minggu)

6. Facemist
-Wardah C-Defense Face Mist (Rp 38.000/ 6 minggu)

Malam
1. Cleanser
-Wardah Eyexpert Eye & Lip Make Up remover (Rp 28.000/24 minggu)
-Wardah Nature Daily Seaweed Cleansing Micellar Water ( Rp 28.000/12 minggu)
-Larissa Milk Cleanser Tea Tree (Rp 22.000/ 6 minggu)
-Larissa Tea Tree Opaque Facial Wash
-ST Ives Oatmeal Face Srub (Rp 57.000/ 50 minggu)

2. Toner
- Larissa Tea Tree Toner 

3. Serum/Sheet Mask/Mouisturizer
-Sheetmask :
a. Emina Masquerade Face Mask Sunfloer Oil (Rp 11.500/ 2 minggu)
b. Emina Bright Stuff Essence Sheet Mask (Rp 11.500/ 4 minggu)
c. Garnier Bright Up Sheet Mask (Rp 14.500/ 4 minggu)

- Serum : Wardah C Defense

- Mouisturizer : Citra Fresh Glow Multifunction Gel Tomato Bright UV (Rp 18.000/ 20 minggu)


Wah banyak banget kan ternyata... 180ribu per bulan, belum termasuk make up loh. Padahaaal.... Kekhilafan lip cream dan blushon juga banyak 😓 Hmm... gimana mau nabung buat nikah kalo gini. Wkwkwk. Happy Reading :))

p.s. if you wanna see my review about these skin care routine, you can read it in here https://twitter.com/triswihanda/status/1204221677325783040?s=20

Friday, October 25, 2019

Vulcanotale #2 : Menapaki Kawah Gunung Kelut, Jawa Timur (ft Geofisika UGM 2014)

Pengukuran posisi menggunakan Metode GPS Geodetik di dalam Kawah Gunung Kelut
Halo teman-teman, Vulcanotale #2 kali ini mau membahas brief story pengalaman pribadi kuliah lapangan di Gunung Kelut, Jawa Timur. Inget nggak sih, tahun 2014 gunung ini pernah erupsi eksplosif sangat masif, bahkan di Jogja, abu vulkaniknya jauh lebih tebal dari erupsi Gunung Merapi tahun 2010 yang lokasinya lebih dekat. Nah, akhir tahun-awal tahun 2017-2018, aku  bersama para pejuang unyu Geofisika UGM 2014 berkesempatan untuk Kuliah Lapangan disana. Yuk simak cerita nya 😊😊😊
Pemandangan dari dalam Kawah Gunung Kelut (Desember, 2017)


Mahasiswa Geofisika UGM secara garis besar harus melewati 4 kuliah lapangan (fieldwork) besar selama 4 tahun kuliahnya (normal,kebanyakan lebih, termasuk aku 😂). Yang pertama ada Kuliah Lapangan Geologi (Karangsambung) di tahun kedua, Kuliah Lapangan Nonseismik (Pacitan) di tahun ketiga, dan di tahun keempat ada Kuliah Lapangan Fisika Gunung Api (tentatif) serta Fieldcamp (tentatif).



Bulan Desember, di tiap akhir tahun, Geofisika UGM mempunyai agenda tahunan yakni melaksanakan Kuliah Lapangan Fisika Gunung Api (FGA). Lokasinya berbeda-beda sesuai yang telah direncanakan setiap angkatan. Lokasinya dapat dimana saja, asal ada tanda-tanda kehidupan gunung api di bawah permukaan yang parameter fisis nya dapat dideteksi oleh alat-alat kami. Geofisika UGM pernah melaksanakan kuliah ini di Gunung Merapi, Dieng Plateau, Gunung Bromo, Parangwedang, Gunung Kelut, dan masih banyak lagi. Angkatan penulis, yakni Geofisika 2014, dan juga Geofisika 2015 kebetulan memutuskan tempat FGA yang sama, yakni Gunung Kelut, Jawa Timur. Kenapa ya kira-kira?

Jadi, Kuliah Lapangan FGA terakhir kali dilakukan di Gunung Kelut adalah sebelum erupsi effusif dan pembentukan kubah lava tahun 2007. Selanjutnya, seperti yang sebelumnya sempat disinggung, Gunung Kelut juga sudah melewati fase erupsi eksplosif yang terjadi tahun 2014 lalu. Nah, kuliah lapangan ini diharapkan dapat memberikan informasi kondisi bawah permukaan Gunung Kelut setelah kedua event besar tersebut.

Persiapan kuliah lapangan ini dilakukan sejak setahun sebelumnya. Kuliah Lapangan Geofisika ini selalu menyenangkan dan melelahkan bahkan sejak perencanaannya. Kami dibagi menjadi beberapa kelompok belajar untuk mempelajari tiap metode geofisika yang akan di akuisisi sesuai dengan kecocokan parameter fisis, rencana target, desain survei, lokasi survei, manajemen waktu, dan lain-lain. Beberapa metode yang akhirnya disepakati diantaranya adalah Metode (1) Gravitasi, (2) Geomagnetik, (3) Self Potential, (4) Audio Magnetotelurik, (5) Geolistrik, (6) Very-low Frequency, dan (7) Pengukuran Suhu. Selain itu adapula metode cadangan yakni pengamatan data seismologi ketika erupsi pada tahun 2014 dari Pos Pengamatan Gunung Kelut. Lengkap sekali bukan? (Sudah bayar mahal dan menyita banyak fokus, jadi serakah semua pengen dipelajarin xD). 

Btw kaku banget yah bahasanya 😂 Alert : This gonna be a long post. But it may worth your read 😂


Di kepanitiaan FGA, aku kebagian jadi anak buah Om Iman di divisi Survei dan Perijinan. Sungguh sesuai dengan aku yang pecicilan. Dua bulan sebelum pelaksanaan, aku dan beberapa teman lainnya melakukan survei ke daerah penelitian untuk menyelesaikan perizinan dan melakukan survei awal mengenai keterjangkauan daerah survei. Semua itu dirangkum menjadi satu : karyawisata eksklusif . Kenapa eksklusif? Karna waktu itu, kawasan kawah Gunung Kelut belum dibuka untuk umum dan masih dalam wilayah proyek. Jadi dengan dalih penelitian, kami mendapat izin untuk masuk ke kawah ketika wisatawan lainnya hanya sampai di pintu masuk menuju kawah.
Bersama rekan satu-satunya cewek sobat ambyar yang ikut survei, Ferda (September, 2017)


Kuliah Fisika Gunung Api ini dilaksanakan selama 5 hari lapangan, dan total 8 hari beserta perjalanan dan presentasi akhir. Jadwal kami sehari-harinya dirangkum di tabel berikut.


Suasana Presentasi bersama Pak Imam

Di lapangan, sehari-hari kami seangkatan dibagi menjadi beberapa kelompok yang diacak sedemikian rupa sehingga setiap harinya akan bersama kombinasi orang yang  berbeda. Ini bertujuan agar semua orang tidak hanya mengandalkan perorangan aja untuk menguasai metode akuisisi dan processingnya. Jadi semua orang akan dipaksa untuk belajar semua metode setiap harinya. Selain itu setiap hari tiap orang akan dapet metode geofisika yang beda-beda. Aku sendiri dapet jadwal sbb:

H1 : AMT/Audio Magnetotelluric/Metode EM yang baru bentangin satu titik kemudian alatnya ngaco. Alatnya ngambek dan nggak mau dipake sehingga kami kembali ke Basecamp dan berakhir dengan ngolah data seismologi erupsi Gunung Kelut tahun 2007. Sebenarnya, metode ini dapat memberikan informasi mengenai sebaran resistivitas vertikal di bawah permukaan dengan jangkauan kedalaman yang sangat besar (untuk alat ini bisa sampai 1 km, sebenarnya). Tapi apalah daya alatnya emang suka ngambek gitu. Kayak aku.
Satu-satunya foto estetik bersama stratagem di Fieldwork kali ini. Karena setelah ini alatnya ngambek xD (27 Desember 2017)
H2 : Geolistrik dipol-dipol. Alhamdulillah ini lancar dan datanya sesuai target. Dan masuk area kawah pertama kali. Nah kalau ini digunakan untuk memetakan persebaran resistivitas pada zona yang dekat dengan permukaan (near surface). Meskipun jangkauan kedalaman nya lebih kecil dari AMT, namun metode ini dapat menghasilkan profiling resistivitas yang lebih baik resolusinya.
Foto bersama tim geolistrik hari itu. Bersama mas Ahre GF12 dan Mbak Sarah GF13 yang dengan sabar dan rebahan menemani kami akuisisi data (28 Desember 2017)
H3 : Magnetik. Tersangka utama yang menyebabkan muka ku kebakar, literally gosong, ngelupas, perih, wes ireng tambah ireng, dll. Puanase Masya Allah. Adanya Gus Mangklek di kelompok tidak serta merta membuat hari itu menjadi adem L Walaupun begitu tetep puas karena dapet foto estetik macam ini :

Metode magnetik ini outputnya adalah berupa peta anomali medan magnet residual yang dapat memberikan informasi mengenai kondisi bawah permukaan yang dikontrol oleh sumber anomali magnetik.
Foto tim metode magnetik bersama Mas Asisten militan : Mas Dheny GF13
H4 : Gravity for lyfe because this is my favorite method 💓. Titik pertama langsung tracking ke puncak dan ngukur di tepi tebing. Seru sih. Best day lah ini pokoknya 😂
Nah, metode gravitasi sendiri dapat memberikan informasi persebaran densitas di bawah permukaan. Bahkan bisa digunakan untuk mengetahui posisi dan bentuk dari kantong magma di bawah permukaan Gunung Kelut ini jika sebaran datanya baik. Namun, kondisi topografi di Kelut ini sangat curam dan hanya sedikit area yang dapat diakses. Sehingga hasil interpretasinya pun akan terbatas.
Foto bareng di Puncak Lirang setelah dapet data. Bareng mas asisten terbaik mas kesawa GF12 dan mas adit GF13. Dan juga mbak mbak galak yang ternyata kocak, aka mbak itak (30 Desember 2017)



Aku dan bebi gravity meter kecintaan saat membantu Gus Mangklek mengintip jarum pegas (30 Desember 2017)

H5 : Kayaknya SP kalo nggak salah. Soalnya asistene Mas Kempot xD. Ya ini seru juga sih. Hari terakhir dapat lokasi di kawah. Jadi masih bisa foto estetik, hehe. Metode lain kebanyakan hari terakhir udah di luar kawah soalnya.
Nah, walaupun metode ini alatnya paling kecil dan simpel, sesungguhnya metode "Self Potential" ini sangat powerful lo. Metode ini dapat memberikan informasi mengenai zona-zona lemah di sekitar kawah Gunung Api yang ditandai dengan tingginya nilai konduktivitas. Jadi bisa digunakan ntuk memetakan arah orientasi zona lemahnya dan dihubungkan dengan struktur geologi di bawahnya. Keren kan. Nah tapi ilmuku cetek sekali di bidang per-SP-an ini. Otak ku perlu di setrum dulu biar paham konsep COP-COP an SP. Wkwkwk


Hari ke 5 bersama Om-om kuli gulung kabel dan gembot multimeter tercinta (31 Desember 2017). Diambil di bawah magnificent coloumnar joint di dalam Kawah Gunung Kelut

Selain foto-foto diatas, berikut adalah beberapa foto lainnya yang bisa memberikan gambaran kegiatan Kuliah Lapangan Fisika Gunung Api tahun 2017-2018 lalu.




Kawah dan para penyu Geofisika 14. Terlihat seperti tengu di gumuk pasir luar angkasa.
Walaupun kalau dari foto, Kawah Gunung Kelut terlihat sempit, pada kenyataannya kawah ini sangat luas sekali. Kuliah lapangan disini sangat menyadarkan bagaimana kami, manusia-manusia pecicilan ini, sangatlah kecil dibandingkan alam dan ciptaan-Nya yang lain.


Kami dapat ngglengsor dimana saja. Beruntung pasir di kawah kelud sangat ndlengsorable


Proses akuisisi data Gravity dan GPS dengan background Kawah Gunung Kelut dengan air sulfurnya
 Kalau pemandangan pas akusisinya ja kayak gini, siapa yang nggak betah coba? :D


Foto sesudah selesai presentasi paper dengan wajah ngantuk dan lemas lesu setelah begadang ngolah data dan bikin paper. Beginilah kondisi basecamp (Aula Pos PGA Gunung Kelut), tempat presentasi merangkap ruang makan, merangkap ruang ngolah data, merangkap tempat tidur cowok-cowok.
Nah segitu dulu ceritanya. Tadinya sempat berfikir untuk nulis sedikit-sedikit tentang hasil risetnya. Selain itu, tepat setahun berikutnya, yakni 26 Desember 2018 s.d 8 hari berikutnya, aku kembali ikut FGA kedua kalinya, dengan tanggung jawab yang lain yakni sebagai asisten gravity. Mau diceritain juga sebenernya pengalamannya. Tapi akan jadi super panjang banget postingannya. Apakah perlu dibikin part 2 ? Hehehe

Credit Picture
-Personal Documentation
-PDD of Panitia FGA Angkatan 2014

A Note of My 25th Years

 If I'm lucky enough, I would be 25 this November 2021. What have I achieved in these past years? Ketika membaca materi tentang kesehata...